Berita Desa

Mahasiswa KKN Desa Rarang Selatan Universitas Hamzanwadi Melakukan Pelatihan Pembuatan dan Budidaya Jamur Tiram "Meningkatkan Keterampilan dan Peluang Usaha Masyarakat Desa"

Desa Rarang Selatan, 22 Juni 2026 - Dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi Desa Rarang Selatan menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan dan Budidaya Jamur Tiram dengan mengusung tema "Meningkatkan Keterampilan dan Peluang Usaha Masyarakat Desa". Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat agar mampu membudidayakan jamur tiram sebagai salah satu alternatif usaha yang menjanjikan.

Pelatihan diikuti oleh masyarakat Desa Rarang Selatan, khususnya kelompok pemuda, ibu rumah tangga, dan pelaku usaha yang memiliki minat untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian dan agribisnis. Kegiatan berlangsung dengan antusias, di mana peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung mengenai teknik budidaya jamur tiram.

Dalam sesi pelatihan, mahasiswa KKN menjelaskan tahapan budidaya jamur tiram secara lengkap, mulai dari pemilihan bahan baku, pembuatan media tanam (baglog), proses sterilisasi, inokulasi bibit, perawatan, hingga teknik pemanenan yang baik dan benar. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara menjaga kebersihan ruang budidaya, mengatur suhu dan kelembapan, serta mengatasi hama dan penyakit yang dapat memengaruhi pertumbuhan jamur.

Selain aspek teknis budidaya, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai peluang usaha jamur tiram yang memiliki prospek pasar cukup luas. Jamur tiram merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak diminati masyarakat karena memiliki nilai gizi tinggi, mudah diolah menjadi berbagai jenis makanan, serta memiliki permintaan yang terus meningkat. Dengan modal yang relatif terjangkau dan proses budidaya yang tidak memerlukan lahan yang luas, usaha jamur tiram dinilai sangat cocok dikembangkan oleh masyarakat desa sebagai sumber pendapatan tambahan.

Pelatihan ini juga membahas strategi pengemasan, pemasaran, dan pengembangan produk olahan berbahan dasar jamur tiram agar memiliki nilai tambah. Peserta didorong untuk tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk segar, tetapi juga mengembangkan produk olahan seperti keripik jamur, abon jamur, atau makanan olahan lainnya yang memiliki daya saing di pasaran.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pemerintah desa dan masyarakat karena dinilai mampu membuka wawasan baru mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan di Desa Rarang Selatan. Diharapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu menciptakan usaha produktif yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pelatihan pembuatan dan budidaya jamur tiram ini, Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kelompok-kelompok usaha budidaya jamur tiram yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan di Desa Rarang Selatan.

Semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan desa yang produktif dan berdaya saing. Dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan inovasi yang tepat guna, budidaya jamur tiram diharapkan dapat menjadi salah satu sektor usaha unggulan yang mampu meningkatkan keterampilan, menciptakan lapangan kerja, dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Rarang Selatan.

Beri Komentar