"Data Kuat Menuju Desa Hebat"
Tolong Bantu Format Data Monografi Desa Dan Format Hasil Potensinya...
terim kasih...
silahkan bisa download aplikasi google earth untuk lebih memudahkan kalau mau buat sketsa desa...
Minta ketsa desa Tuntung ...
Kedua istilah tersebut sering kali kita temui baik itu dalam literature ataupun dalam perbincangan sehari-hari di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Sementara itu diantara masyarakat itu sendiri banyak yang belum memahami artinya dengan benar. Penulis yakin apabila hal tersebut ditanyakan kepada orang-orang yang berada disekitar kantor kita, satu dengan yang lainnya tentu mempunyai penafsiran yang berbeda-beda yang tidak sesuai dengan definisi sebagaimana yang kita temui dalam literature manajemen. Marilah kita simak bersama-sama makna yang benar dari kedua istilah tersebut sesuai dengan ilmu manajemen.
Apa itu Kepemimpinan?
Dalam istilah umum khususnya di manajemen, kepemimpinan itu sering disebut dengan istilah Leader
Ada beberapa definisi dari kepemimpinan antara lain:
Kesimpulan :
Kepemimpinan itu adalah tentang bagaimana mempengaruhi orang lain, bawahan atau pengikut agar mau mencapai tujuan yang diinginkan sang pemimpin.
Apa itu Model Kepemimpinan ?
Dalam ilmu manajemen pada umumnya, dikenal 3 (tiga) model kepemimpinan. Pada umumnya ketiga model kepemimpinan ini sering kita lihat pada diri para leader dalam praktek sehari-hari dalam memanage kantor atau perusahaan. Masing-masing model mempunyai warna tersendiri, ada yang timbulnya karena anugerah Tuhan YME, ada juga timbulnya sangat erat hubungannya dengan sifat atau karakter dari seseorang itu sendiri, bahkan ada yang timbul karena hasil dari proses pembelajaran.
Ketiga model kepemimpinan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Kepemimpinan Karismatik adalah : Kepemimpinan yang berasal dari anugerah Tuhan, yang mana pemimpin tersebut mempunyai kemampuan luar biasa, magnit yang kuat dan adanya ketertarikan emosional yang kuat dari yang dipimpin kepada pemimpinnya.
Contohnya : Bung Karno, Anwar Sadat, Mahatma Gandhi.
2. Kepemimpinan Transaksional adalah :
3. Kepemimpinan Transformasional adalah :
Model kepemimpinan yang efektif dan telah diterapkan di berbagai organisasi internasional yang mengelola hubungan antara pemimpin dan pengikutnya dengan menekankan pada beberapa factor antara lain perhatian (attention), komunikasi (communication), kepercayaan (trust), rasa hormat (respect) dan resiko (risk).
4 (empat) perilaku spesifik dari Kepemimpinan Transformasional
Seorang pemimpin dapat dikategorikan mempunyai sifat kepemimpinan trasformasional manakala memiliki perilaku sebagai berikut :
Terdapat 3 (tiga) aspek dalam Kepemimpinan Transformasional, yakni :
Power
Dalam bab ini akan dibahas lebih mendalam tentang Power daripada 2 aspek lainnya yaitu Vision dan self confidence. Pertimbangannya karena Power merupakan motif yang sangat kuat dan dibutuhkan bagi seorang manager atau leader agar mencapai keberhasilan dalam memimpin suatu organisasi ( need for power ).
Dengan memiliki power seorang manager atau leader akan mendapatkan dukungan dari orang lain. Ini berarti seorang manager atau leader membutuhkan pengaruh dan kekuasaan untuk bisa mencapai tujuannya.
4 (empat) jenis Power
Terdapat 4 (empat) jenis power pada seorang leader atau manager pada umumnya, yakni :
Lebih digunakan untuk menunjukkan bahwa kekuasaannya lebih besar dari orang lain, menunjukkan keistemewaan statusnya.
Contoh : Minta lift khusus, tempat parkir khusus, kendaraan khusus dll
Berasal dari keahlian tertentu, sering disebut Expert Power, dapat juga berasal karena persahabatan atau disebut Referet Power
Berasal dari otoritas yang sah atau Legitimate Power, secara formal memiliki kendali atas SDM, finansial dan fasilitas
Kekuasaan tersebut tersebar diseluruh jenjang jabatan (tidak hanya di puncak jabatan), saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain, banyak memberikan keuntungan, pekerjaan mudah terselesaikan.
Unsur Kepeminpinan Transformasional
Terdapat 8 (delapan) unsur dalam Kepemimpinan Transformasional yang berpengaruh bagi seorang manajer atau leader dalam mencapai tujuan organisasi. Kedelapan unsur tersebut adalah sebagai berikut
Yang dimaksud dengan budaya organisasi disini adalah :
Contoh budaya organisasi yang ada di Kementerian Keuangan : Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan. Contoh budaya organisasi yang ada di DJKN : Integritas, Komitmen, Ketulusan. Contoh ekstrim seperti bushido yang menjadi prinsip hidup para samurai di Jepang.
Pengertian secara sederhana dari integrity adalah mempertahankan tingkat kejujuran dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakan sehari-hari. Integrity ini memiliki 4 level, yakni :
Intinya adalah kualitas untuk bertindak jujur dan memiliki prinsip moral yang kuat
Pemimpin ini mampu memberi contoh dan dorongan kepada orang lain untuk belajar terus menerus.
Dalam mengelola bawahan pada dasarnya terdapat 4 (empat) tipe bawahan, yakni sebagai berikut : Tipe Konstruktif, Tipe Impulsif, Tipe Rutin, Tipe Subversi
Adapun penjelasan dari masing-masing tipe tersebut berikut tips cara mengelolanya adalah sebagai berikut :
Berani mengemban tanggung jawab, dapat dipercaya, mampu memahami dan menginterpretasikan keinginan atasan, tidak sekadar meniru atasan, tetapi memiliki pemikiran kreatif, berpandangan kedepan, memiliki ambisi serta tanggap terhadap berbagai situasi.
TIPS :
Bawahan tipe konstruktif sangat potensial untuk dikembangkan, berikan sasaran yang ingin dicapai, kemudian menyerahkan teknis pelaksanaan tugas kepada bawahan tersebut.
Tingkat kemampuan intelektual dan daya imajinasi di bawah tipe konstruktif, kurang memiliki inisiatif, cenderung gamang jika tanpa petunjuk dan arahan yang jelas, namun jika diarahkan dengan benar, ia dapat bekerja dengan loyal dan sepenuh hati
TIPS :
Bawahan tipe rutin dapat bekerja efektif jika diberi arahan yang jelas, berikan saran yang hendak dicapai, kemudian memberikan arahan dan prosedur yang jelas. Jika perlu dengan target waktu.
Cenderung mudah berubah mengikuti lingkungan (seperti bunglon), melakukan tugas atas dasar suka atau tidak suka pada pimpinan, sangat tidak imajinatif
TIPS :
Utamakan pendekatan personal serta berikan arahan dan petunjuk yang lengkap beserta target, gar bekerja dengan baik pimpinan harus berikan perhatian dan teladan.
Sulit dikontrol, tidak memiliki prinsip yang kuat, cenderung memikirkan keuntungan pribadi, dapat menghalalkan berbagai cara untuk mencapai keinginan ( misal: provokasi, menjilat, dsb
TIPS :
Berikan tugas dengan penekanan pada sasaran yang hendak dicapai, jika memungkinkan, janjikan imbalan atau hukuman yang sesuai.
Bagaimana dengan Karakter Kepemimpinan & Model Kepemimpinan dalam Program Budaya Kerja & Nilai-Nilai di Lingkungan Kementerian Keuangan itu sendiri?
Pertanyaan tersebut diatas perlu kiranya disampaikan untuk mengetahui sejauh mana konsep kepemimpinan dan model kepemimpinan yang diatur pada institusi Kemenkeu
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak bersama Keputusan Menteri Keuangan nomor 312/KMK.01/2011 Tanggal 12 September 2011 Tentang Nilai-Nilai Kementerian Keuangan.
Pada Diktum Menimbang disebutkan bahwa dalam rangka mewujudkan Kemenkeu sebagai institusi pemerintah terbaik, berkualitas, bermartabat, terpercaya, dihormati/ disegani, mendukung peningkatan kinerja dan menjadi dasar atau pondasi yang kuat bagi institusi, pimpinan dan seluruh pegawai dalam mengabdi, bekerja dan bersikap, Menkeu sebagai Top Leader perlu menetapkan Nilai-Nilai Kemenkeu yang wajib dimiliki dan diimplementasikan oleh pimpinan dan seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari, yakni sebagai berikut :
Dalam Integritas terkandung makna bahwa dalam berpikir, berkata, berperilaku, dan bertindak, Pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan melakukannya dengan baik dan benar serta selalu memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral.
Dalam ProfesionaIisme terkandung makna bahwa dalam bekerja, Pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan melakukannya dengan tuntas dan akurat berdasarkan kompetensi terbaik dan penuh tanggung jawab dan komitmen yang tinggi.
Dalam Sinergi terkandung makna bahwa Pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan memiliki komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerjasama internal yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan, untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkuaIitas.
Dalam Pelayanan terkandung makna bahwa dalam memberikan pelayanan, Pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan melakukannya untuk memenuhi kepuasan pemangku kepentingan dan dilaksanakan dengan sepenuh hati, transparan, cepat, akurat, dan aman.
Dalam Kesempurnaan terkandung makna bahwa Pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan senantiasa melakukan upaya perbaikan di segala bidang untuk menjadi dan memberikan yang terbaik.
Selain dari hal tersebut, dalam rangka penguatan dan penyempurnaan terwujudnya Kepemimpinan dan Model Kepemimpian di Kemenkeu yang berorientasi pada Model Kepemimpian Transformasional, Menteri Keuangan selaku Top Leader juga telah mengeluarkan Keputusan Menteri Keuangan nomor 127/KMK.01/2013 tanggal 3 April 2013 Tentang Program Budaya di Lingkungan Kemenkeu, yang mana dalam Keputusan Menteri Keuangan tersebut diharapkan seluruh jajaran pimpian di Kemenkeu dapat mengimplementasikan 5 (lima) program budaya dalam pelaksanaan tugas kepemimpinan sehari-hari untuk mendorong para pegawai mampu melaksanakan hal-hal sebagai berikut :
Kesimpulan :
Dari kelima nilai-nilai Kemenkeu dan program budaya tersebut diatas, kalau kita sandingkan dengan Teori Kepemimpinan dan Model Kepemimpinan yang telah diuraikan pada bahasan sebelumnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
Penutup
Kata-Kata Motivasi Menteri Keuangan Yang Kemudian Dipopulerkan Oleh Dirjen KN
“ Good Is Not Enough, When Better Is Expected “ ………
Mari Kita Berlomba Menuju Kesana !!!
Selamat bekerja dengan ikhlas dan amanah…….
DAFTAR KEPUSTAKAAN :
Ditulis oleh : P. Soebagio
(Bidang Lelang Kanwil DJKN Jateng & DIY)
Produk warga Desa Rarang Selatan yang dipilih acak sesuai ruang layar.











































